Sahabatkampung’s Weblog

Just another WordPress.com weblog

Apa yang sedang kami suguhkan untuk perubahan sosial di kampung..?? September 10, 2008

Filed under: Uncategorized — sahabatkampung @ 3:51 am

Situgede Enterpreneur School (SES)

SES kami dirikan untuk melahirkan wirausahawan berbasis kampung yang mampu berproses untuk melakukan sesuatu yang baru (kreatifitas) dan berbeda (inovasi) dengan tujuan memberikan nilai kesejahteraan kepda individu pembaharu kampung dan memberikan nilai tambah bagi masyarakat. Sekolah wirausaha kampung yang kebetulan kami program di kelurahan Situgede ini memulai kelas perdananya pada 11 November 2007 yang meluluskan sekitar 12 orang pemuda di kelurahan Situgede kota Bogor barat.

Program SES ke dua, yang saat ini sedang berjalan adalah ekonomi keluarga dengan pendekatan pertanian sayur yang diikuti sekitar 25 orang ibu-ibu rumah tangga di 3 RW keluarahan Situgede. Di dalam program kelas sayur, begitu kami menyebut, ternyata banyak pengetahuan yang di dapat selain bertani sayur di pekarangan atau di tembok-tembok rumah. Bicara tentang tanaman sayur, ibu-ibu juga mengurai beberapa isu di kampung yang berkaitan anatara kebutuhan pupuk di local dan pemanfaatan juga pengelolaan sampah rumah tangga atau kotoran ternak. Ketika membicarakan sampah juga terdapat pengetahuan baru tentang energi briket sampah. Bicara tentang briket sampah, juga terkandung pengetahuan baru tentang krisis energi dengan kelangkaan minyak tanah serta mahalnya harga gas. Ketika bicara krisis energi, bisa mengurai lagi tentang bagaimana pola menghemat uang belanja di dalam rumah tangga. Telah banyak yang diurai dalam program sekolah ini dan yang terlihat sangat sepele hanya soal ekonomi keluarga berbasis pertanian sayur rumah tangga. Tapi dengan itulah kami meletakkan pondasi perubahan kampung yang sebenarnya.

SES yang sedang berjalan dengan ibu-ibu rumah tangga ini kebetulan juga di support oleh Center of International Forestry Research (CIFOR) dalam program sosialnya yang bertajuk CIFOR ICRAF PEDULI.

SMP PERTANIAN PLUS Buniwangi

Sebuah kelompok tani di desa Buniwangi yang popular dengan sebutan kelompok tani “mandiri wangi” dalam proses membangun mimpi bersama tentang desa yang berbasis lingkungan atau ecovillage adalah keharusan bagi mereka untuk berpikir tentang kaderisasi dalam dinamika organisasinya. Hal ini menyeimbangkan antara gagasan dan upaya bersama yang didukung oleh seluruh anggota organisasi tani Mandiri Wangi. Dalam menapak harapan menjadi desa yang berwawasan lingkungan maka sangat penting bagi organisasi ini untuk duduk bersama dan membangun gagasan SMP Pertanian PLUS Buniwangi sebagai langkah nyata dalam kaderisasi organisasi.

Dalam membangun prosesnya Sahabat Kampung tengah hadir di Buniwangi atau disebut Sahabat Kampung Buniwangi yang memberikan warna penguatan kapasitas untuk prasyarat menuju impian desa berwawasan lingkungan serta prasyarat membangun SMP Pertanian Plus. Sahabat Kampung Buniwangi mendorong bagaimana inisiasi rakyat Buniwangi dapat menjadi kenyataan dengan segala upaya sumber daya local yang ada di desa.

Kelompok Tani Mandiri Wangi cukup terbantu dengan inisiasi sahabat kampung Buniwangi yang menghimpun sekitar 11 orang guru yang ada di local. Dalam tahun ajaran baru kemarin SMP Pertanian Plus Buniwangi dapat menghimpun sekitar 59 murid baru yang mayoritas adalah anak petani.

Desa Mandiri Energi

Inisiasi desa mandiri energi ini kami hadirkan di desa Petungkriono kabupaten Pekalongan. Bersama warga desa Petungkriono kami memandang bahwa budaya masyarakat dalam tata konsumsi kayu sebagai energi utamanya merupakan efek dari situasi ekonomi politik di negeri ini.

Masyarakat desa hutan sebagai pemangku kelola wilayahnya menjadi semakin terpinggir jika konsumsi kayu yang berakibat pada persoalan deforestasi menjadi semakin rumit. Maka, pengelolaan energi alternative biogas sebagai pilihannya adalah bentuk dari inisiasi konkretnya. Pilihan inisiasi warga desa ini sebagai langkah membangun perspektif dalam perubahan tata konsumsi dan tata produksi masyarakat desa Petungkriono.

Sekitar 10 unit biogas sebagai inisiasi awal dengan harapan dapat memberikan warna dalam membangun kemandirian energi yang menjadi impian masyarakat desa Petungkriono.

Dalam program ini Sahabat Kampung bekerjasama dengan Departement Antropologi Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta dan Yayasan Komuniti Forestri Pekalongan.

SESAMI: Senang-senang di hari Sabtu Minggu

Hari sabtu dan Minggu adalah dua hari yang efektif bagi public untuk berlibur dan memanfaatkan sebuah situasi re-kreasi yang nyaman. Berlibur sambil mencipta sesuatu yang positif adalah program yang kami tawarkan kepada public, baik untuk keluarga ataupun khusus untuk anak-anak.Itu yang kami sebut dengan paket keluarga dan paket anak-anak.

Program suguhan Sahabat Kampung yang bertajuk SESAMI ini dibuat sedemikian rupa yang menawarkan wisata belajar alternative yang mencoba mengembalikan daya kreatifitas serta memberikan inovasi baru di tengah kepenatan dan kesibukan dalam melakukan aktifitas keseharian.

SESAMI adalah pendidikan luar sekolah formal di alam terbuka dengan menggunakan pendekatan aktif, akseleratif, dinamis dan partisipatif yang dikelola oleh para fasilitator Sahabat Kampung berpengalaman.

Lokasi yang dipilih untuk program SESAMI ini adalah di daerah Situgede, Bogor Barat yang kebetulan tempatnya sangat cocok di alam terbuka yang juga di dalamnya terdapat hutan riset, sungai cisadane. Danau situgede, budidaya ulat sutera, kebun murbei, peternakan rusa,green house sayur, Badan Meteorologi Geofisika (BMG) dan banyak keragaman ekosistem lainnya.

Untuk info tentang kami “Sahabat Kampung”

“kampung penala” Jl.Sutera No.2 Situgede-Bogor-Jawa Barat

Telp/Fax: (0251)8423469

email:sahabatkampung@gmail.com

web blog: sahabatkampung.wordpress.com

CP:

abeng 081.553394062

Asep 081.79147879


 

Hello world! September 9, 2008

Filed under: Uncategorized — sahabatkampung @ 3:40 pm

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!

 

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.